
Pernah bingung bagaimana cara menghadapi penipuan phishing yang makin sering kita dengar belakangan ini? Phishing adalah modus penipuan lewat email atau SMS palsu yang terlihat seperti resmi. Korban diarahkan ke situs palsu untuk mencuri informasi penting, misalnya data kartu kredit atau akun pribadi.
Kalau data pribadi Anda sampai dicuri, risikonya bisa serius: mulai dari transaksi kartu kredit ilegal hingga pencurian uang lewat transfer.
Di artikel ini, kita akan bahas:
- 5 langkah penting untuk mencegah phishing
- 4 risiko jika Anda mengabaikan perlindungan phishing
- Contoh kasus phishing yang sering terjadi
Tujuannya, supaya Anda tahu cara melindungi diri, sekaligus bisa lebih tenang saat menerima email atau pesan yang mencurigakan. Yuk langsung saja kita bahas!
Apa itu penipuan phishing?
Phishing adalah jenis penipuan online di mana pelaku menyamar lewat email atau SMS seolah-olah berasal dari pihak resmi. Biasanya, korban diarahkan ke situs palsu melalui tautan, lalu diminta memasukkan informasi pribadi seperti data kartu kredit atau akun.
Jika data pribadi dimasukkan ke situs phishing, pelaku bisa:
- Mengambil alih akun Anda.
- Menggunakan kartu kredit secara ilegal.
- Melakukan transfer dana tanpa izin.
Lebih jauh lagi, bila informasi pribadi dijual di dark web (pasar gelap online tempat transaksi ilegal terjadi), data Anda berisiko tersebar dan dimanfaatkan oleh banyak penipu.
Untuk membantu Anda memvisualisasikannya, berikut diagram cara kerja penipuan phishing:

Siapa yang Paling Rentan Jadi Korban Phishing?
Ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan terkena penipuan phishing, di antaranya:
- Mereka yang sering berbelanja di situs e-commerce.
- Orang yang sibuk dan terbiasa memproses banyak email setiap hari.
- Orang yang lelah atau kurang fokus dalam aktivitas sehari-hari.
Kondisi seperti terburu-buru, kelelahan, atau terlalu percaya begitu saja sering membuat orang lengah dan akhirnya lebih mudah terjebak.
Namun, penting diingat bahwa phishing kini semakin canggih. Bahkan orang yang cukup berpengalaman pun bisa kesulitan membedakan email atau situs palsu dengan yang asli.
Karena itu, siapa pun sebenarnya bisa menjadi korban. Maka dari itu, pastikan Anda selalu waspada dan menerapkan langkah pencegahan phishing yang akan dibahas berikutnya.
5+1 Langkah Penting Mencegah Penipuan Phishing

Ada beberapa tindakan sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penipuan phishing. Berikut langkah-langkah yang sebaiknya Anda terapkan:
1. Jangan Klik Tautan di Email atau SMS
Hati-hati dengan tautan yang muncul di email atau pesan singkat. Lembaga keuangan dan perusahaan kartu kredit tidak pernah meminta data pribadi seperti nomor rekening, nomor kartu kredit, atau password lewat email/SMS. Jika menerima pesan mencurigakan, sebaiknya langsung hapus.
2. Selalu Akses dari Situs Resmi atau Aplikasi Resmi
Jangan asal klik link. Situs phishing sering kali terlihat sangat mirip dengan situs asli sehingga sulit dibedakan. Untuk aman, tandai (bookmark) situs resmi atau gunakan aplikasi resmi agar Anda tidak salah masuk ke situs palsu.
3. Perkuat Keamanan Komputer dan Ponsel
Selalu perbarui sistem operasi, aplikasi, dan software keamanan di perangkat Anda. Update rutin bisa mencegah malware masuk dan melindungi akun dari pembajakan.
4. Aktifkan Fitur Pemblokiran Spam
Manfaatkan fitur pemblokiran pesan spam yang biasanya tersedia di layanan operator atau aplikasi. Dengan begitu, pesan mencurigakan bisa otomatis difilter sehingga risiko terkena phishing berkurang.
5. Jangan Gunakan ID atau Kata Sandi yang Sama
Hindari memakai ulang username dan password untuk banyak layanan. Jika satu akun diretas, akun lain pun bisa ikut dibobol. Gunakan kombinasi berbeda untuk setiap layanan online.
6. Gunakan Kata Sandi Sekali Pakai (OTP)
Banyak bank dan platform belanja online kini menyediakan OTP (One-Time Password) sebagai langkah keamanan tambahan. Karena hanya bisa digunakan sekali dan dikirim langsung ke perangkat Anda, OTP sangat efektif mencegah akses ilegal ke akun.
4 Risiko Jika Mengabaikan Perlindungan Phishing

Banyak orang belum menyadari betapa seriusnya ancaman phishing sampai benar-benar menjadi korban. Padahal, jika dibiarkan, risikonya bisa sangat merugikan. Berikut empat risiko utama yang perlu diwaspadai:
1. Informasi Pribadi Dicuri
Jika Anda memasukkan data pribadi ke situs phishing, pelaku bisa menggunakannya untuk membajak akun, membuat pesanan palsu, atau melakukan transfer ilegal.
Informasi yang dicuri bisa berupa nama, alamat, tanggal lahir, nomor telepon, hingga data kartu kredit. Bila data ini jatuh ke tangan penipu, kerugiannya bisa besar dan sulit dikendalikan.
2. Kerugian Finansial
Tujuan utama phishing adalah uang. Begitu data rekening atau kartu kredit bocor, kemungkinan besar akan digunakan untuk transaksi curang.Kadang kerugiannya langsung terasa, tapi bisa juga berupa transaksi kecil yang terus berulang tanpa Anda sadari selama berbulan-bulan.
3. Sulit Mendapat Ganti Rugi
Meski sebagian bank atau penerbit kartu menyediakan kompensasi, pengembalian dana biasanya dibatasi. Misalnya, banyak perusahaan kartu kredit hanya mengganti kerugian yang dilaporkan maksimal 60 hari sejak kejadian. Jika telat melapor, ada risiko kerugian tidak bisa ditanggung sama sekali.
4. Risiko Infeksi Malware
Phishing tidak selalu berhenti pada pencurian data. Banyak kasus di mana tautan phishing justru memasang malware di perangkat korban. Akibatnya, kontak di ponsel bisa dicuri, perangkat disalahgunakan untuk mengirim phishing baru, bahkan seluruh sistem bisa diretas. Dalam skenario terburuk, kerugiannya bisa meluas bukan hanya pada Anda, tapi juga orang-orang di sekitar Anda.
[Wajib Baca] Kasus Phishing yang Paling Sering Dilaporkan
Berikut beberapa jenis penipuan phishing yang paling banyak dilaporkan:
- Phishing yang meniru PayPay
- Phishing yang menyamar sebagai operator seluler
- Phishing yang mengatasnamakan Badan Pajak Nasional
- Phishing yang memanfaatkan program sumbangan pajak kota asal
Jika Anda menerima email atau SMS mencurigakan di ponsel, bandingkan dulu dengan contoh berikut sebelum mengambil tindakan. Dan yang paling penting: jangan pernah membuka tautan (URL) yang tertera. Berikut penjelasan lebih detailnya :
Penipuan yang Meniru PayPay
Sejumlah email dengan subjek berikut telah dipastikan sebagai phishing yang menyamar sebagai PayPay:
- “Mulai tahun 2025 dengan acara lotere PayPay!””
- “Ajak teman, dapatkan poin PayPay tambahan!”
- “Berbelanja dengan PayPay, menangkan hadiah mewah!”
(Banyak variasi subjek lain juga telah dikonfirmasi.)
Jika Anda menekan tombol seperti “Pelajari lebih lanjut” atau “Mulai sekarang”, Anda akan diarahkan ke situs palsu yang meniru PayPay. Begitu Anda memasukkan ID, kata sandi, atau informasi lain, akun bisa langsung dibajak dan saldo digunakan secara ilegal.
Beberapa contoh URL situs phishing yang meniru PayPay antara lain:
Namun perlu dicatat, masih banyak domain dan URL lain yang juga telah terdeteksi, jadi selalu waspada.
Penipuan Phishing yang Mengatasnamakan Badan Pajak Nasional
Jenis lain yang banyak beredar adalah phishing yang meniru Badan Pajak Nasional. Email semacam ini biasanya berisi klaim pajak yang belum dibayar. Contoh Subjek Email Phishing Pajak:
- [Penting] Pemberitahuan akun e-Pajak Anda
- [Mendesak] Anda memiliki pajak yang belum dibayar
- Sistem pelaporan pajak nasional – pemberitahuan penting
Jika Anda menerima email seperti ini, selalu periksa situs resmi Badan Pajak Nasional atau hubungi nomor resmi yang tertera di sana sebelum melakukan tindakan apa pun.
Penipuan Phishing yang Menyalahgunakan Program Donasi Pajak Daerah
Belakangan, marak juga phishing yang mengaku sebagai situs resmi donasi pajak daerah. Modusnya cukup licik: mereka menyalin tampilan asli situs, lengkap dengan foto dan deskripsi hadiah. Biasanya, korban dijanjikan “diskon besar” atau “hadiah mewah.” Faktanya, hadiah tidak pernah dikirim dan data pribadi korban dicuri.
Ciri-ciri situs donasi phishing:
- Tidak ada informasi kontak pemerintah setempat.
- Bahasa pada situs terlihat janggal.
- Tujuan transfer menggunakan nama individu/perusahaan, bukan pemerintah.
Jika menemukan hal mencurigakan, pastikan untuk menghubungi langsung pemerintah daerah terkait.
Cara Mengenali Penipuan Phishing

Agar terhindar dari phishing, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan dari pengirim, subjek, dan isi email.
1. Periksa Bagian “Dari” (Alamat Pengirim)
Waspadai jika:
- Menggunakan email gratis seperti Gmail, Yahoo! Mail, atau iCloud Mail.
- Alamat hanya berisi rangkaian simbol dan angka.
- Ada trik mengganti huruf, misalnya huruf “l” diganti jadi “i”, untuk meniru perusahaan asli.
Jika menemukan ciri-ciri ini, besar kemungkinan email tersebut phishing.
2. Perhatikan Subjek Email
Email phishing biasanya memakai subjek yang:
- Bernada mendesak, misalnya “Mendesak” atau “Periksa sekarang”.
- Menggunakan bahasa yang tidak natural atau terjemahan yang aneh.
Tujuannya jelas: membuat Anda panik dan langsung mengeklik tautan yang diarahkan ke situs palsu.
3. Cermati Isi Email
Ciri khas isi email phishing antara lain:
- Bahasa yang digunakan tidak natural atau banyak salah ketik.
- Ada kalimat yang bernada mengancam.
- Mendorong Anda untuk klik link atau unduh lampiran.
Mengklik tautan atau membuka lampiran dari email phishing bisa membuat perangkat terinfeksi virus atau data pribadi dicuri.
4. Jangan Mudah Percaya
Sekarang memang ada email phishing yang terlihat sangat rapi berkat teknologi AI, bahkan minim kesalahan. Tapi tetap saja, jangan langsung percaya hanya karena bahasanya bagus. Ingat: email resmi dari perusahaan atau e-commerce memang bisa mengandung link atau lampiran. Bedanya, link resmi selalu sesuai dengan domain perusahaan. Jadi, periksa dulu keaslian email lewat situs resmi sebelum bertindak.
4 Pertanyaan Umum Tentang Penipuan Phishing
Berikut empat pertanyaan yang paling sering ditanyakan seputar phishing, beserta jawabannya.
1. Apa yang harus dilakukan jika saya membuka email phishing?
- Jika hanya klik tautan tanpa isi data pribadi:
- Hapus email tersebut.
- Perkuat keamanan perangkat untuk mencegah virus.
- Jika sudah memasukkan data pribadi:
- Jika nomor kartu/rekening dimasukkan → segera hubungi bank atau penerbit kartu.
- Jika username/password dimasukkan → segera ganti kata sandi.
- Periksa laporan transaksi kartu secara rutin.
- Jika ada kerugian finansial → laporkan ke polisi.
2. Bagaimana cara mudah melindungi diri dari phishing di ponsel?
Anda bisa mengaktifkan pengaturan sederhana berikut:
- Gunakan fitur pemblokiran spam.
- Selalu perbarui software ponsel.
- Aktifkan fitur Perlindungan Penjelajahan Aman.
3. Apakah saya bisa mendapat pengembalian dana jika terkena kerugian finansial?
Tergantung kebijakan bank atau penerbit kartu. Sebagian besar hanya mengganti kerugian yang dilaporkan dalam periode tertentu (misalnya 60 hari terakhir). Jika kerugian terjadi di luar periode tersebut, biasanya tidak bisa diganti.
4. Ke mana saya bisa meminta bantuan jika jadi korban phishing?
- Merasa dicurigai phishing → Hotline Konsumen 188.
- Menemukan situs phishing → Laporkan ke Dewan Anti-Phishing.
- Sudah memasukkan data pribadi & ada kerugian finansial → Hubungi bank/penerbit kartu dan Biro Kepolisian Siber.
Jika ragu, hubungi Hotline Konsumen 188 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Ringkasan
Phishing adalah penipuan dengan cara mengirim email atau SMS palsu yang berisi tautan menuju situs web tiruan. Tujuannya adalah mencuri informasi pribadi seperti akun atau data kartu kredit.
Kasus phishing terus meningkat, jadi penting bagi setiap orang untuk mengambil langkah pencegahan.
Cara mencegah phishing (untuk individu):
- Jangan klik tautan mencurigakan di email/SMS.
- Selalu akses lewat situs resmi atau aplikasi resmi.
- Perkuat keamanan komputer dan ponsel.
- Aktifkan pemblokir spam.
- Gunakan kata sandi kuat dan jangan pakai ulang.
- Jika ada, gunakan kata sandi sekali pakai (OTP).
Risiko jika lalai:
- Bocornya data pribadi.
- Kerugian finansial.
- Infeksi malware.
- Kerugian sulit diganti.
Selain individu, perusahaan juga harus waspada. Jika ada pihak yang menyamar menjadi perusahaan Anda, bisa timbul kerugian besar dan menurunkan kepercayaan pelanggan. Untuk mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan, perusahaan bisa menggunakan lembar pemeriksaan mandiri pencegahan phishing yang tersedia.